Blue Screen

Ketika saya di depan layar komputer semuanya terkadang menjadi buram. Deretan abjad perlahan menjadi kabur, perlahan memudar, hingga menjadi deretan  abjad yang tak dapat dikenali lagi bentuk dan maknanya. Begitu juga dengan alunan musiknya. Kini ia tak lagi mengguratkan dinamika emosinya dan hanya menjadi bunyi-bunyian seperti hanya bunyi tonggeret di musim kemarau.

Setidaknya itulah gejala yang dapat timbul saat kita secara terpaksa harus berhadapan dengan komputer. Entah terpaksa mengerjakan tugas karena tenggat batas waktu, tumpukan pekerjaan, atau hendak mengerjakan tugas namun terserang kantuk luar biasa karena malamnya tidak tidur.

Jika demikian saya biasanya segera menutup Jendela-Jendela yang terbuka. Mundur beberapa langkah ke belakang menuju kasur, meluruskan badan, menarik napas dalam-dalam, menggeser posisi bantal, menarik selimut tinggi-tinggi, dan segera terjun bebas, masuk ke dalam jendela-jendela yang jauh lebih mengasyikkan.

Advertisement

~ by nana on October 14, 2010.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.